Thank's for your visit :D !!

Kamis, 11 Oktober 2012

Akeelah And The Bee


        Banyak sekali film motivator yang sudah ditayangkan. Film-film tersebut yang sering diminati oleh masyarakat luas sebab amanat film yang begitu dalam bagi penonton. Salah satunya dapat dilihat dalam Film Akeelah And The Bee. Film produksi Dout Atchison ini dimainkan oleh Keke Palmer sebagai tokoh utamanya.   
        Akeelah and the BEE menceritakan tentang anak kecil yang telah ditinggal ayahnya meninggal ketika berumur 6 tahun. Ibunya sibuk mencari nafkah dan kakaknya pergi meninggalkan mereka. Di depan meja belajar, ia menaruh photo sang ayah yang tersenyum simpul, agar menemaninya di kamar. Anak cerdas ini menyukai permainan eja kata, ayah menjadi sumber inspirasi, mereka berdua suka memainkan permaian susun kata menggunakan papan seperti catur kotak-kotak yang merupakan tempat untuk meletakkan huruf. Akeelah memang murid terbaik.Gurunya menganjurkan gadis negro yang pandai mengeja huruf ini untuk mengikuti pertandingan.          
   Puncak ketegangan terjadi ketika sang ibu melarang mengikuti kontes karena dianggap bermain dengan waktu untuk sekolah. Disinilah kebesaran hati seorang ibu diuji.Akhirnya melalui perdebatan panjang ibu mengalah dengan memberi hukuman sebagai kompensasi pada anak kesayangannya. 
       Program khusus dirancang untuk Akeelah Anderson, DR. Larabee seorang guru berpengalaman mengeja kata, yang sangat menyayanginya. Bermain sambil belajar dilakukan untuk mengingat beribu-ribu kata. Akhirnya di babak penentuan, sang guru mengundurkan diri ketika ia sangat dibutuhkan, ia teringat masa lalu dengan anaknya yang meninggal karena sakit. Tak sanggup menahan rasa sedih terbayang anaknya sebesar Akeelah. Di sisi lain Akeelah merasakan kesedihan mendalam, sang guru baginya bagai sosok ayah yang ia rindukan.            
      Larabee memberikan buku-buku dan menyuruh Akeelah belajar sendiri, walau gadis kecil ini merasa tidak mampu. Akhirnya ibu turut mendukung penuh Akeelah, teman-teman dan orang-orang disekitarnya adalah guru baginya. Pola segar ini menjadi tawaran bagi pendidikan anak, dimana lingkungan menjadi partner belajar. Akeelah sanggup menghafal lima ribu kata dan segera kembali pada gurunya untuk konsultasi.  
      Situasi menegangkan ditunjukkan di dalam pertandingan akhir. Raut muka penonton ikut membuat penekanan emosi panggung tersendiri. Mulai kejadian lucu, haru, dan bahagia terhampar. Akeelah masuk ke babak final, ia bersama dua orang temannya berangkat ke luar negeri, mengemban misi memenangkan pertandingan. Akeelah memberikan liontin untuk seorang teman seperjuangan, dan memberikan minuman kaleng pada seorang temannya yang kaku karena mendapat tekanan dari ayah, kemenangan mutlak diinginkan. Ada dua orang pemenang runner up, Akeelah dan temannya tersebut yang mendapat didikan keras dari ayahnya memenangkan kejuaraan.   
        Kelebihan film ini terletak pada ide film yang cocok ditonton anak kecil dan orang tua ini menampilkan dua hal yang berbeda dari metode seorang pengajar adalah yang satu menggunakan permainan, kasih sayang, dan kesabaran. Sisi lain menunjukkan dengan disiplin, keras, dan serius. Keduanya mencapai tujuan, tapi mana cara yang lebih baik, pasti penonton lebih pandai memilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar